LoGueEndNotes

Tampilkan postingan dengan label Humanity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humanity. Tampilkan semua postingan

Mereka berdua akan pergi ke suatu tempat dengan sepeda motor.

She : Aku ga ada helm gimana nih??

He  : Nih pake punyaku aja. *Melepas helm*

She : Trus kamunya gimana?

He  : Ga papa. *Memasangkan helm ke she*

She : ..........Tapi...

He  : Helm itu gunanya melindungi sesuatu yang berharga. Ini berharga banget soalnya *Mengetuk kepala she*

He  : Lagipula kata ibuku, aku orangnya keras kepala. Jadi, kepalaku aman.
Read More …

Ada cerita lucu dari gambar di atas. Ceritanya kan jam 12-an dini hari sehabis nongkrong di Kampung Kuliner sama temen-temen berlima. Kami ga langsung pulang dan di tengah keluyuran malam itu muncul niat mulia di benak kami yaitu ngisengin pengendara, terutama pengendara motor.

Maka lokasi yang dipilih malam itu adalah jalanan dekat makam pahlawan.
Read More …

Ceritanya kan pas mau sholat ashar di mushalla kampus. Jadi harus ambil air wudhu dulu. Nah, sesampai di tempat wudhu aku ada liat tulisan: dilarang kencing di sini bro!!!

Trus di otakku muncul pertanyaan yang bagus sekali. Aku menyampaikan pertanyaanku dengan temanku yang mau wudhu juga, namanya Bima.

"Bim, apa jadinya ya kalo kalimat dilarangnya dihapus?"

Untuk menjawab pertanyaanku Bima punya ide yang nggak kalah bagus juga dibanding pertanyaanku. Dia menyobek bagian kata 'dilarang'.

Maka, taraaa... hasilnya seperti gambar di bawah ini. Kerenkan..... :)

Read More …

Mungkin aku termasuk tipe suami idaman. Lho, kenapa? Tiba-tiba aja ngaku-ngaku gitu.

Aku punya wajah, tapi tidak terlalu ganteng. Aku punya dompet juga tidak tebal. Aku juga punya otak tapi susah diajak mikir. Tapi setidaknya aku tidak pilih-pilih makanan. Menurutku itu salah satu keunggulanku. Istri kan biasanya senang sama suami yang tidak pilih-pilih makanan. Makanya itu aku pikir, walopun cuman satu kriteria, aku termasuk suami idaman kaum hawa. Bwa ha ha...

Ngomonng soal makanan itu seperti cinta, tidak ada habis-habisnya. Ada senang dan ada dukanya.
Read More …

Gambar di samping nggak tau kapan pengambilan gambarnya. Tapi yang jelas sekarang saya ucapkan: selamat datang di abad 21!

Kemarin Jumat pagi di kampus ada ujian Rangkaian Elektrik. Malam sebelumnya wa belajar mati-matian.  Sebenarnya sih tidur-tiduran, tapi kan katanya tidur itu saudaranya mati, jadi kaga beda jaulah.

Hasilnya? Ya ngerti dikit-dikit. Okelah, wa siap! Sekalipun kaga nemu jawabannya, wa juga siap menyontek. Menyontek itu kata sebagian orang kebiasaan buruk, tapi bagi pelakunya itu adalah sebuah skill yang kaga sepele. Hehe... wa tau aja.
Read More …

[caption id="attachment_478" align="alignleft" width="300" caption="Katak"][/caption]

Pada tanggal 17 Agustus, di dunia para katak diadakan lomba panjat. Tapi kali ini yang dipanjat bukan sekadar pohon pinang, melainkan menara eifel.

Bolehlah di dunia lain ajang sepak bola menjadi ajang paling bergengsi, namun di dunia katak ajang panjat-memanjatlah yang paling spektakuler. Oleh karena itu peserta yang mendaftar sangat banyak. Mereka para katak-katak berotot sangat percaya diri bisa menaklukan puncak eifel.

Peraturannya tidak banyak; siapa yang paling dulu mencapai puncak, dia lah yang menang, dan tentunya tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu.
Read More …

Aku pernah baca buku yang judulnya ada aja. Maksudnya, judul bukunya bukan ada aja, tapi nama bukunya males kusebutkan, karena menurut selera pribadiku, tu buku kampret banget.

Dalam buku itu ada ceritanya, ceritanya itu mendefinisikan, definisinya itu mengartikan cinta.

Penulis di situ mengartikan cinta selalu menjurus ke seks. Ceritanya panjang dan lebar dan bertele-tele. Alhasil pada intinya, penulis buku itu mengartikan cinta itu adalah seks. Tanpa seks, sepasang pecinta belumlah sempurna cinta di antara keduanya. Seks adalah sebagai bukti cinta.

Kalo boleh I think, aku gak terlalu suka dengan defenisi dan keharusan ngesex semacam itu. Bagiku cukup melakukan hal yang sederhana, yaitu bersikap untuk nggak egois. Untuk diri pribadi, aku menganggap cinta nggak hanya berputar-putar di kehidupan seks, tapi lebih dari itu.

Lagi pula hidupku bakal banyak mendapat masalah jika harus menyamakan ato mengharuskan cinta dengan seks semata. Soalnya banyak yang kucintai di dunia ini. Kayak ikan cupang punyaku, laptop, conan, bantal, hp, bak sampah de-el-el. Intinya masak aku harus "main" sama mereka semua.
Read More …

Sebenarnya ini cerita lama. Tapi saking menjengkelkannya, aku jadi kepengen mengolok-olok budaya ini.

Udah tau sertifikat itu makhluk kayak apa kan? Pastinya iya dong. Tapi biar lebih enak, kutambahkan gambarnya.

Ini dia sertifikat yang ada di koleksiku.

[caption id="attachment_402" align="aligncenter" width="582" caption="Ini cuma becandaan. So, jangan diambil hati dan iri ke aku (keplak!)"][/caption]

Read More …



[caption id="attachment_345" align="alignleft" width="590" caption="Rumus: Elektronik=Wanita"][/caption]

Jujur aku agak sedikit plin-plan. Oke, sebenarnya sangat plin-plan dengan benda-benda elektronik dan  --- juga wanita.
Read More …

[caption id="attachment_317" align="alignright" width="275" caption="Motivasi = Narkoba"][/caption]

Asal kata dari motif, seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku, dan di dalam perbuatanya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat).

Motivasi itu perlu. Iya, siapa bilang tidak! Namun apa jadinya apabila disalahgunakan. Ini seperti narkoba yang tak ubahnya pedang bermata dua. Semua hal yang baik, tetap menjadi baik tergantung di tangan siapa hal tersebut berada.

Aku harus sedikit bercerita. Ada seseorang yang menjengkelkan. Tiap harinya dia selalu bicara tentang: Hidup Anda adalah sebuah anugerah. Yakinlah dengan anugerah tersebut, Anda bisa menggenggam dunia yang Anda inginkan.

Pada waktu kosong dia menonton film. Film itu bercerita tentang anak yang miskin, pendidikan formal tidak dia dapatkan, namun di masa depannya, si anak miskin itu tiba-tiba saja kaya karena beberapa alasan. Dari film itu muncullah suatu kenaifan untuk sebagian orang dalam wujud asumsi: tanpa sekolah pun orang bisa kaya dan sukses.

Tiap dapat kesempatan bicara, orang menjengkelkan ini selalu mengumbar motivasi ini dan itu.

Apakah orang yang barusan kita gosipkan itu benar-benar menjengkelkan?

Menurut aku: iya, sangat menjengkelkan! Kenapa aku membencinya? Alasannya sederhana: sehabis dia ngomong motivasi, yang dia lakukan adalah tidur dan dia menyalahgunakan motivasi selayaknya narkoba.

Dalam diri orang itu tidak ditemukan terapan ataupun realisasi dari motivasi yang dia sudah hapal di luar kepala. Selain itu dia bahkan menjadi malas karena penyimpangan motivasi. Contohnya saja: tanpa sekolah pun orang bisa sukses. Jadilah pendidikan bukan hal yang penting, padahal orang menjengkelkan itu mampu mengecap pendidikan. Orang ini kasihan, dia sadar tapi tidak mau menyadari bahwa motivasi tersebut tidak cocok untuk dia.

Sebenarnya motivasi telah memiliki tuannya masing-masing atau dalam bahasa mudahnya, setiap orang membutuhkan motivasi yang tidak selalu sama. Motivasi "tanpa sekolah pun orang bisa sukses" adalah milik orang-orang kurang beruntung ekonominya, bukan milik orang-orang mapan. Selama masih bisa mengenyam pendidikan, kenapa tidak. Tanpa sekolah saja bisa sukses, apalagi pakai sekolah.

Dia yang cuma bicara motivasi melulu itu betul-betul bikin jengkel. Sepertinya aku tidak membicarakan siapa-siapa. Lihat, orang menjengkelkan lagi menyedihkan itu tepat di hadapanku, itu terjadi tiap kali aku menghitung jerawat.[]

Source: http://id.shvoong.com (definisi motivasi)

Image by google
Read More …